Senin, 17 Agustus 2026

Ibadat Siang: Senin, 17 Agustus 2026

Senin, 17 Agustus 2026

Pekan Biasa XX – O Pekan IV

Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P)

 

IBADAT SIANG

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

 

MADAH

Engkau Tuhan raja mulya

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.

 

Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.

 

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.


Mazmur 118 (119),129-136 Renungan tentang hukum Tuhan

Cinta kasih itu kesempurnaan hukum (Rom 13,10)

 

SabdaMu mengagumkan, ya Tuhan,*

aku berpegang padanya.

 

Singkapkanlah firmanMu yang memberi terang,*

yang memberi pengertian kepada orang yang bersahaja.

 

Dengan mulut ternganga aku termengah-mengah,*

sebab aku rindu akan perintahMu.

 

Perhatikan daku dan kasihanilah aku,*

sebab aku cinta padaMu.

 

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu,*

janganlah kejahatan menguasai aku.

 

Bebaskanlah aku dari penindasan,*

supaya aku berpegang pada titahMu.

 

Pandanglah hambaMu dengan wajah berseri,*

ajarkanlah kehendakMu kepadaku.

 

Air mataku berlinang-linang,*

sebab banyak orang tidak berpegang pada hukumMu.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 1

Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

 

Antifon 2

Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.


Mazmur 81 (82) Melawan para dewata

Janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang (1 Kor 4,5)

 

Allah memimpin sidang surgawi,*

menghakimi para dewata:

 

“Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim,*

dan memihak kepada orang jahat?

 

Belalah orang lemah dan yatim piatu,*

berilah keadilan kepada orang hina dan papa.

 

Luputkanlah orang lemah dan miskin,*

luputkanlah mereka dari tangan orang berdosa”.

 

Para dewata kehilangan akal berkeliaran dalam kegelapan,*

segala dasar bumi goyang.

 

“Tadinya kukira kamu semua dewata,*

putera Allah yang mahatinggi.

 

Nyatanya kamu mati seperti manusia,*

tewas seperti perwira gadungan”.

 

Bangkitlah, ya Allah, hakimilah bumi,*

rajailah sendiri segala bangsa.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 2

Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.

 

Antifon 3

Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu.


Mazmur 119 (120) Merindukan perdamaian

Sabarlah dalam kesusahan dan bertekunlah dalam doa (Rom 12,12)

 

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*

dan Ia mendengarkan daku.

 

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*

dan dari lidah penipu.

 

Tuhan pasti membalas kamu,*

Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

 

Dengan panah tajam dari busur tentara,*

dengan bara yang berpijar-pijar.

 

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*

entah jauh di perkemahan Kedar!

 

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*

pada orang yang membenci perdamaian.

 

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*

sedangkan mereka hanya peperangan.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 3

Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu.

 

BACAAN SINGKAT

(Rom 8,19.21.23)

Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Sebab semua makhluk masih mempunyai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah. Dan kita juga merindukan pengangkatan sebagai putera, dan pembebasan tubuh kita.

 

P: Engkau berseru dalam kesesakan, hai umatKu.

U: Maka Aku membebaskan dikau.

 

DOA PENUTUP

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdekaan dalam Kristus PuteraMu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepadaMu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar