Sabtu, 04 April 2026

Ibadat Pagi: Sabtu, 04 April 2026

Sabtu, 04 April 2026

PEKAN SUCI – O PEKAN II

HARI SABTU SUCI (U)

 

IBADAT PAGI

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

MADAH

Kami mohon kepadaMu

Sambil menangis tersedu

Ampunilah kami Tuhan

Berilah belaskasihan.

 

Demi kami Engkau rela

Turun ke dalam pratala

Memberikan hidup baka

Yang tak pernah akan musna.

 

Engkau akan mengakhiri

Masa sejarah insani

Engkau akan menentukan

Ganjaran adil sepadan.

 

Sembuhkanlah luka kami

Ya Kristus Tuhan sejati

Serta Bapa dan Roh suci

Kau pantas slalu dipuji. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.

 

Mazmur 63 (64)

 

Ya Allah, dengarkanlah suara keluhanku,*

jagalah hidupku terhadap musuh.

 

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*

dari gangguan orang-orang durhaka.

 

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*

membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

 

Dengan diam-diam mereka menembak orang yang tak bersalah,*

tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

 

Mereka mengampuhkan racunnya,†

dan memasang perangkap dengan saksama,*

pikirnya: “Seorangpun tidak tahu.”

 

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*

tak terdugalah batin mereka.

 

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*

sekonyong-konyong mereka terluka.

 

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*

setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

 

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*

mereka menyelami perbuatan tanganNya.

 

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*

orang yang lurus hati bermegah-megah.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 1

Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.

 

Antifon 2

Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.

 

Kidung Yes 38,10-14.17-20

 

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,†

aku menuju pintu alam maut,*

ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

 

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,†

di dunia orang yang hidup;*

tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

 

Pondokku akan dibongkar,*

dicabut bagaikan kemah gembala.

 

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*

memotong benang hidupku dari pakan.

 

Siang malam aku Kaubiarkan,†

hingga pagi aku mengaduh,*

seperti singa Engkau meremuk tulangku.

 

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*

berdekut laksana burung merpati.

 

Pudarlah mataku karena menengadah,*

aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

 

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*

dan segala dosaku Kaubuang jauh.

 

Alam maut tidak memuji Engkau,†

orang mati tidak memuliakan Dikau,*

yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

 

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*

semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

 

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,†

maka kami akan membunyikan kecapi,*

di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 2

Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.

 

Antifon 3

Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.

 

Mazmur 150

 

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*

pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

 

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*

pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

 

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*

pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

 

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*

pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

 

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,†

Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*

segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 3

Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.

 

BACAAN SINGKAT

(Hos 6,1-3a)

Inilah firman Tuhan: Dalam kesesakan, mereka akan mencari Aku: “Marilah kita kembali kepada Tuhan! Ia telah mendera, tetapi akan menyembuhkan kita pula. Ia telah memukul, tetapi akan menyehatkan kita lagi. Sesudah dua hari Ia akan menghidupkan kita kembali, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan Tuhan.”

 

GANTI LAGU SINGKAT

Antifon: Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Alah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.

 

Antifon Kidung

Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.

 

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

 

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

 

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

 

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

 

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

 

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

 

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

 

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

 

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

 

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

 

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung

Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.

 

DOA PERMOHONAN

Kristus, penebus kita, telah wafat dan dimakamkan bagi kita, tetapi Ia bangkit dan hidup kembali. Marilah kita menyembah Dia dan menyampaikan permohonan kita kepadaNya:

U: Kasihanilah kami, ya Tuhan.

 

Ya Kristus, penebus kami, Engkau senang melihat bundaMu berdiri sangat dekat pada salib dan kuburMu,* 

semoga kami mengambil bagian dalam sengsaraMu bila kami menderita.

 

Ya Tuhan Yesus Kristus, seperti biji yang jatuh ke tanah, Engkau telah menghasilkan buah kehidupan ilahi bagi kami,* 

semoga kami mati terhadap dosa, dan hidup bagi Allah.

 

Ya gembala kami, Engkau dibaringkan dalam makam yang sunyi,* 

ajarilah kami bertahan bila kami menghadapi kesepian dan kesunyian hidup.

 

Ya Adam baru, Engkau telah turun ke alam maut untuk membebaskan semua orang saleh yang menantikan Dikau,* 

semoga semua orang, yang tenggelam dalam kejahatan, mendengar suaraMu dan hidup kembali.

 

Ya Kristus, Putera Allah yang hidup, kami dikubur bersama Engkau dalam pembaptisan,* 

semoga karena kebangkitanMu kami menjadi serupa dengan Dikau dan menjalani hidup baru.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

 

DOA PENUTUP

Allah yang kekal dan kuasa, PuteraMu yang tunggal telah turun ke alam maut dan naik kembali dengan mulia. Semoga semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan, bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan abadi. Sebab Dialah PuteraMu dan    pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Bacaan: Sabtu, 04 April 2026

Sabtu, 04 April 2026

PEKAN SUCI – O PEKAN II

HARI SABTU SUCI (U)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin

 

MADAH

Kristus penguasa surga

Serta penebus dunia

Dengan salibMu yang suci

Kauhancurkan maut kami

 

Kami mohon kepadaMu

Agar terjamin selalu

Anugerah penebusan

Yang sudah Kauperjuangkan

 

Engkaulah domba sejati

Yang menjadi kurban murni

Dengan darahMu yang mulya

Kautebus kami semua

 

Semoga umatMu ini

Bila Engkau bangkit nanti

Kaubawa serta ke surga

Untuk bersyukur slamanya. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon

Dengan tenteram aku membaringkan diri dan tertidur

 

Mazmur 4

 

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil †

apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku; *

kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

 

Hai orang-orang besar,*

masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?

 

Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala *

dan minta nasihat mereka?

 

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya, *

Tuhan akan mendengarkan daku bila aku berseru kepadaNya.

 

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*

selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

 

Persembahkanlah kurban sejati *

dan percayalah pada Tuhan.

 

Banyak orang berkata: †

“Siapa yang akan menurunkan berkat? *

Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan.”

 

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*

lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

 

Aku hendak membaringkan diri dan tidur *

dalam hadiratMu yang menenteramkan,

 

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*

yang membuat istirahatku aman sentosa.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Dengan tenteram aku membaringkan diri dan tertidur

 

Antifon 2

Tubuhku beristirahat dengan tenteram

 

Mazmur 15 (16)

 

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadaMu. †

Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*

tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

 

Orang-orang saleh di negeri ini *

kumuliakan dan kujunjung tinggi.

 

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*

menjatuhkan dirinya dalam jurang mala petaka.

 

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*

bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

 

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*

dalam tanganMulah nasibku.

 

Tanah permai akan menjadi bagianku,*

milik pusakaku menyenangkan hatiku.

 

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*

bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

 

Aku selalu ingat akan Tuhan,*

aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

 

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*

dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.-

 

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*

dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

 

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.†

Di hadapanMu terdapat sukacita melimpah,*

padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Tubuhku beristirahat dengan tenteram

 

Antifon 3

Tinggikanlah tiangmu, hai gerbang abadi, supaya masuklah raja kemuliaan.

 

Mazmur 23 (24)

 

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*

jagat dan semua penghuninya.

 

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*

menegakkannya atas samudera raya.

 

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*

siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

 

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*

yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

 

Dia yang menerima berkat Tuhan *

dan memperoleh balas jasa dari Allah penyelamatnya.

 

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*

yang menghadap hadirat Allah Yakub.

 

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,†

dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*

supaya masuklah raja mulia.

 

Siapakah raja mulia itu? †

Tuhan yang perkasa dan perwira,*

Tuhan yang jaya dalam peperangan.

 

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,†

dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*

supaya masuklah raja mulia.

 

Siapakah raja mulia itu? †

Tuhan semesta alam,*

Dialah raja mulia.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Tinggikanlah tiangmu, hai gerbang abadi, supaya masuklah raja kemuliaan.

 

BACAAN

Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

Ibr 4:1-16

Ibr 4:1   Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

 

Ibr 4:2   Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

 

Ibr 4:3   Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

 

Ibr 4:4   Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."

 

Ibr 4:5   Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

 

Ibr 4:6   Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

 

Ibr 4:7   Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

 

Ibr 4:8   Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.

 

Ibr 4:9   Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

 

Ibr 4:10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

 

Ibr 4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

 

Ibr 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

 

Ibr 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

 

Ibr 4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

 

Ibr 4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

 

Ibr 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.


BACAAN LAIN

RENUNGAN KISAH SENGSARA TUHAN KITA YESUS KRISTUS

J.LOVE

48. DALAM PANGKUAN BUNDA MARIA


Dengan sangat berhati-hati, Nikodemus dan Yusuf Arimatea dengan dibantu kepala pasukan dan wakilnya, menurunkan jenazah Yesus dari kayu salib. Bunda Maria menyambut tubuh puteranya dengan penuh cinta kasih dan membaringkanNya dalam pangkuannya. Dikuasai sepenuhnya oleh cinta dan dukacita yang dahsyat, Maria menunaikan tugas suci mengurapi bagian kepala dan tubuh bagian atas dari Yesus. Bunda Maria membasuh segala luka Yesus dan mengurapinya. Dia memeluk mesra tubuh puteranya terkasih untuk terakhir kalinya dengan penuh ketabahan dan dukacita sebelum melepasNya pergi untuk dimakamkan.


Tidak ada dukacita manusia yang melebihi dukacita Bunda Maria, sebab ia merasakan segala derita yang dialami Yesus baik derita fisik maupun batin. Pantaslah bila Maria disebut sebagai “penebus serta” sebab memang ia menderita sebesar derita puteranya terkasih. Peran Maria tak dapat dipisahkan dari karya penebusan Yesus sebab dialah sang bunda yang bukan hanya harus menderita hebat tetapi juga senantiasa berdoa bagi orang-orang yang menyiksa puteranya. Maria adalah keteladanan dari ketabahan, kelemahlembutan dan cinta kasih yang luar biasa. Bunda kita terkasih yang akan selalu merengkuh kita dalam pelukannya dan mengobati segala luka batin kita.

 

49. DIMAKAMKAN

Yesus dibaringkan dalam makam yang masih baru di sebuah taman yang indah


Para sahabat lelaki Yesus meneruskan pembasuhan atas tubuh Yesus dan mengurapiNya. Para perempuan kudus kemudian turut mengurapi dan para lelaki kemudian membungkus tubuh kudus dengan kain linen sesuai adat bangsa Yahudi. Setelah mereka semua berlutut dan menyampaikan salam perpisahan, mereka membawa tubuh Yesus ke dalam makam sembari memadahkan mazmur dengan nada lembut namun sedih. Mereka kemudian membaringkan Yesus ke dalam makam yang masih baru itu, sekali lagi menyampaikan salam perpisahan lalu menutupnya dengan sebuah batu besar.


Pemakaman adalah perpisahan untuk seterusnya. Segala kepedihan tertumpah pada setiap pemakaman di dunia ini, karena pada dasarnya setiap manusia tidak ingin berpisah dari orang yang dicintainya. Yesus wafat dan dimakamkan untuk membawa manusia kepada kehidupan kekal, agar pemakaman tidak lagi menjadi perpisahan untuk seterusnya melainkan perpisahan sementara waktu. Hanya sekejap saja, dan manusia akan berkumpul kembali dengan orang-orang yang dicintainya dalam kehidupan abadi penuh kebahagiaan. Betapa indahnya! Terpujilah Tuhan Yesus yang telah mengalahkan maut bagi kita!


DOA PENUTUP

Allah yang kekal dan kuasa, PuteraMu yang tunggal telah turun ke alam maut dan naik kembali dengan mulia. Semoga semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan, bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan abadi. Sebab Dialah PuteraMu dan    pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah