Rabu, 25 Maret 2026

Ibadat Pagi: Rabu, 25 Maret 2026

Rabu, 25 Maret 2026

Pekan V Prapaskah – O Pekan I

HARI RAYA KABAR SUKACITA (P)

 

IBADAT PAGI

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

MADAH

Betapa menggembirakan

Berita yang diwartakan

Bahwasanya keselamatan

Sungguh dianugerahkan

 

Putra yang dari semula

Lahir di pangkuan Bapa

Kini memilih Maria

Untuk menjadi bundaNya

 

Maka sahaya sahaja

Yang merasa hina-dina

Diangkat menjadi ratu

Yang terberkati selalu

 

Terpujilah Tuhan Yesus

Yang dikandung perawan kudus

Berkat kuasa Roh suci

Utusan Bapa Surgawi. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Gabriel, malaikat Tuhan, diutus oleh Allah kepada perawan Maria yang bertunangan dengan Yusuf.

 

Mazmur 62 (63), 2-9 Hati rindu kepada Allah

 

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

 

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

 

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

 

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

 

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepadaMu.

 

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

 

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

 

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

 

Jiwaku melekat padaMu,*

tangan kananMu menopang aku.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 1

Gabriel, malaikat Tuhan, diutus oleh Allah kepada perawan Maria yang bertunangan dengan Yusuf.

 

Antifon 2

Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

 

Kidung Dan 3,57-88.56 Semua makhluk, pujilah Tuhan

 

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

 

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

 

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

 

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

 

Antifon 2

Terpujilah engkau  di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

 

Antifon 3

Perawan mengandung karena sabda malaikat, namun ia tetap perawan, dan sebagai perawan pula ia melahirkan penyelamat dunia.

 

Mazmur 149 Sorak sorai para kudus

 

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

 

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

 

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

 

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

 

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

 

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

 

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

 

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

 

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umatNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 3

Perawan mengandung karena sabda malaikat, namun ia tetap perawan, dan sebagai perawan pula ia melahirkan penyelamat dunia.

 

BACAAN SINGKAT

(Flp 2,6-7)

Meskipun berwujud Allah, Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah. Ia telah menghampakan diri dengan mengambil keadaan hamba dan menjadi sama dengan manusia. Ia kelihatan sebagai seorang manusia.

 

LAGU SINGKAT

P: Salam Maria penuh rahmat,* Tuhan sertamu.

U. Salam Maria penuh rahmat,* Tuhan sertamu.

P: Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu.

U: Tuhan sertamu.

P: Kemuliaan kepada Bapa Putera dan Roh Kudus.

U: Salam Maria penuh rahmat,* Tuhan sertamu.

 

Antifon Kidung

Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengutus PuteraNya menjadi manusia serupa dengan manusia yang dikuasai dosa.

 

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

 

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

 

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

 

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

 

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

 

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

 

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

 

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

 

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

 

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

 

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung

Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengutus PuteraNya menjadi manusia serupa dengan manusia yang dikuasai dosa.

 

DOA PERMOHONAN

Pada hari raya kabar sukacita kita kenangkan permulaan kita. Marilah kita memuliakan Tuhan dan dengan gembira hati berkata:

U: Semoga BundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.

 

Ya Allah, perawan Maria menerima kabar malaikat dengan sukacita,* 

bukalah hati kami juga untuk menerima penyelamat kami.

 

Bapa yang mahamurah, Engkau memperhatikan hambaMu yang hina,* 

ingatlah dan kasihanilah kami dan sanak saudara kami.

 

Ibu Hawa yang baru, yakni Bunda dan Perawan Maria, telah menaati sabdaMu,*

kuatkanlah kami juga untuk menaati kehendakMu.

 

Semoga Santa Maria menolong orang yang malang, membantu yang tertindas, dan menghibur yang menangis,* 

dengarkanlah doanya bagi umat beriman dan bagi segenap umat manusia.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada  hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

 

DOA PENUTUP

Ya Allah, Bapa kekal, menurut kehendakMu Sabda telah menjadi manusia. Ia menerima tubuh insani dalam rahim perawan Maria. Kami mengakui penyelamat kami itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Indahkanlah permohonan kami, semoga kami mengikuti teladanNya sebagai manusia dan menjadi serupa juga dengan kodrat ilahiNya. Sebab Dialah  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Bacaan: Rabu, 25 Maret 2026

Rabu, 25 Maret 2026

Pekan V Prapaskah – O Pekan I

HARI RAYA KABAR SUKACITA (P)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

 

MADAH

Ketahuilah dunia

Bahwa Tuhan telah tiba

Untuk menebus umatNya

Supaya sungguh bahagya

 

Nubuat nabi Yesaya

Akhirnya terbukti nyata

Dalam perawan Maria

Yang kini menjadi bunda

 

Maria mengandung putra

Karena taat setia

Kepada sabda ilahi

Yang dibawa duta suci

 

Terpujilah Tuhan Yesus

Yang dikandung prawan kudus

Berkat kuasa Roh suci

Utusan Bapa surgawi. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Sebuah tunas akan tumbuh dari tunggul Isai, sebuah taruk akan timbul dari akarnya. Roh Tuhan akan menaunginya.

 

Mazmur 2

 

Mengapa bangsa-bangsa bergelora,*

mengapa suku-suku mengerahkan pasukannya?

 

Para raja bumi bersiap-siap,*

para panglima bersekongkol melawan Tuhan dan raja yang diurapiNya:

 

“Marilah kita patahkan belenggunya,*

marilah kita gulingkan penjajahannya!”

 

Tetapi Tuhan tertawa dari takhtaNya di surga,*

Tuhan mengolok-olok mereka.

 

Dalam amarahNya Tuhan menghalau para perwira mereka,*

dan dalam murkaNya Ia mengacau-balaukan mereka.

 

Tetapi aku telah diurapi menjadi rajaNya,*

di Sion, gunungNya yang kudus.

 

Akan kubacakan surat keputusan Tuhan,*

Tuhan bersabda kepadaku:

 

“Engkaulah puteraKu,*

pada hari ini Aku menjadi Bapamu.

 

Mintalah kemakmuran, maka akan Kuberikan,+

para bangsa akan menjadi milik pusakamu,*

dan seluruh bumi akan kaukuasai.

 

Engkau akan menghancurkan musuhmu dengan tongkat besi,*

meremukkan mereka seperti jambangan tanah liat.”

 

Dan sekarang ketahuilah, hai para raja,*

awaslah, hai para panglima!

 

Beribadatlah kepada Tuhan dengan takwa,*

berbaktilah kepadaNya dengan gentar!

 

Jangan sampai Tuhan menjadi marah dan kamu binasa,*

sebab mudah sekali amarahNya menyala.

 

Berbahagialah semua orang *

yang berlindung pada Tuhan.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Sebuah tunas akan tumbuh dari tunggul Isai, sebuah taruk akan timbul dari akarnya. Roh Tuhan akan menaunginya.

 

Antifon 2

Tuhan akan memberi Dia takhta Daud bapaNya, dan Ia akan memerintah selama-lamanya

 

Mazmur 18 (19) A

 

Langit mewartakan kemuliaan Allah, *

Dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

 

Hari yang satu mengisahkan kepada hari yang lain,*.

Dan malam yang satu menyampaikan kepada malam yang berikut.

 

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+

Namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*

Dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

 

Di sanalah Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*

Yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

 

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*

Laksana seorang pahlawan.

 

Dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*

Dan tidak ada yang luput dari panas teriknya.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Tuhan akan memberi Dia takhta Daud bapaNya, dan Ia akan memerintah selama-lamanya

 

Antifon3

Sabda ilahi yang dari semula lahir dari Bapa, hari ini menjadi manusia untuk kita dan menghampakan diri.

 

Mazmur 44 (45)

 

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+

aku mempersembahkan laguku kepada raja,*

lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

 

Tereloklah baginda di antara manusia,+

tampanlah wajah baginda,*

terberkati oleh Allah selama-lamanya.

 

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*

itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

 

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*

dan lakukanlah perbuatan yang gagah

 

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*

bangsa-bangsa rebah dan takluk.

 

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*

tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

 

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*

sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

 

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*

pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

 

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*

menggembirakan hati baginda.

 

Para putri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*

permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas

 

Dengarkanlah, hai putri, perhatikanlah dengan baik,*

lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu

 

Seri baginda tertarik oleh kecantikkanmu,*

sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

 

Putri kota Tirus datang dengan  persembahan,*

para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

 

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*

pakaiannya bersulamkan emas.

 

Berdandanan aneka warna ia diantar mengharap raja,*

para putri raja-raja mengiringinya

 

Dengan gembira dan sorak sorai mereka diantar masuk,*

masuklah mereka ke dalam istana raja.

 

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*

baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi

 

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun temurun,*

maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Sabda ilahi yang dari semula lahir dari Bapa, hari ini menjadi manusia untuk kita dan menghampakan diri.

 

BACAAN

dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

1 Taw 17:1-15

1taw 17:1             Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda."

 

1taw 17:2             Lalu berkatalah Natan kepada Daud: "Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau."

 

1taw 17:3             Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian:

 

1taw 17:4             "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami.

 

1taw 17:5             Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.

 

1taw 17:6             Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

 

1taw 17:7             Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

 

1taw 17:8             Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku akan membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

 

1taw 17:9             Aku akan menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditekan oleh orang-orang lalim seperti dahulu,

 

1taw 17:10          sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu: TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu.

 

1taw 17:11          Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

 

1taw 17:12          Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.

 

1taw 17:13          Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.

 

1taw 17:14          Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya."

 

1taw 17:15          Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

 

BACAAN PILIHAN

Sumber Iman Katolik

Maria menerima Kabar gembira dari Malaikat Gabriel

 

Salam engkau yang penuh rahmat, Tuhan sertamu, terpujilah engkau diantara wanita. Demikianlah salam Malaikat Gabriel kepada Maria. Selanjutnya Malaikat Allah itu berkata: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki- laki dan hendaklah engkau menamai Dia, Yesus.

 

Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat arti dan maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaannya dan persetujuannya kepada Malaikat Gabriel, pembawa khabar gembira itu, dan semenjak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Satu hal yang harus kita camkan dalam hati ialah hormat Allah pada Maria sebagaimana terlihat dalam permintaan kesediaan Maria untuk menerima Sabda Allah dalam rahimnya. Disini Allah tidak memaksa Maria, tetapi meminta kesediaannya. Maria sendiri menyadari bahwa Tuhan memilih dia karena menganggap dia layak untuk menerima khabar gembira itu. Tetapi sebagai manusia, Maria masih tampak ragu- ragu akan makna khabar itu. Oleh karena itu, ia menanyakan lebih lanjut keterangan dari malaikat Allah itu: Bagaimana hal ini mungkin terjadi ? Dan ketika ia sudah merasa pasti akan makna khabar gembira malaikat itu, Maria berkata: Aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataan Mu.

 

Semoga hari raya Khabar Sukacita ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan ada Allah dan kesediaan berkerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatan Nya.


BACAAN LAIN

RENUNGAN KISAH SENGSARA TUHAN KITA YESUS KRISTUS

J. LOVE

36. PERSIAPAN PENYALIBAN

Yesus dihempaskan dan diukur pada salib lalu dijebloskan ke dalam gua.

Yesus masih terjatuh lagi keempat, kelima dan keenam dalam perjalanan. Ia jatuh ketujuh kalinya saat tiba di Kalvari. Mereka kemudian menyeret-Nya dengan tali yang terikat di pinggang-Nya dan memaksa-Nya berdiri. Setelah itu, Yesus yang sudah amat kepayahan dan tak mampu berdiri tegak, dihempaskan dengan bengis ke atas salib untuk diukur. Setelah selesai, mereka menggiring-Nya ke sebuah gua dan mendorong-Nya dengan kasar sehingga Yesus jatuh membentur lantai batu yang kasar. Jika bukan karena pertolongan surgawi maka kedua kaki Yesus telah patah karena kerasnya dorongan itu.

Mereka mempersiapkan “tahta penghinaan” untuk Yesus dengan cermat sekaligus memperlakukan Yesus dengan brutal. Seringkali kita juga mempersiapkan tahta penghinaan Yesus dengan seksama, yakni: ketika kita melakukan segala upaya dan pekerjaan duniawi dengan sepenuh hati di atas kepentingan kerajaan Allah. Ketika kita menghabiskan waktu untuk pekerjaan duniawi kita dan mengesampingkan pekerjaan surgawi kita. Mari kita renungkan, berapa jam dalam sehari kita berdoa, membaca kitab suci, dan berbuat kasih? Dan berapa lama kita melakukan pekerjaan duniawi kita dalam sehari? Apakah kita mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan kita? Ataukah kita mendorong-Nya ke dalam gua saat kita sibuk dengan urusan duniawi kita?

 

MADAH ALLAH TUHAN KAMI

Allah Tuhan kami,*

Engkau kami puji dan kami muliakan.

 

Bapa yang kekal,*

seluruh bumi bersembah sujud padaMu.

 

BagiMu semua malaikat bermadah,*

seluruh isi surga bernyanyi.

 

BagiMu kerubim dan serafim*

tak kunjung putus melambungkan pujian.

 

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,*

Allah segala kuasa.

 

Surga dan bumi*

penuh kemuliaanMu.

 

KepadaMu paduan para rasul bersyukur,*

rombongan para nabi berbakti.

 

KepadaMu barisan para martir berkurban*

dengan mempertaruhkan nyawa.

 

KepadaMu Gereja kudus beriman,*

tersebar di seluruh dunia.

 

Ya Bapa yang mahakuasa,*

pencipta semesta alam.

 

Putera sejati yang terpuji,*

Putera Bapa yang tunggal.

 

Roh kudus, cahaya mulia,*

penghibur umat beriman.

 

Engkaulah raja agung, ya Kristus,*

Engkaulah Putera Allah yang hidup.

 

Engkau sudi dikandung santa perawan,*

menjadi manusia demi keselamatan kami.

 

Engkau mematahkan belenggu maut,*

membuka pintu kerajaan surga bagi kami.

 

Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa,*

mengadili umat manusia.

 

Kami mohon, lindungilah hamba-hambaMu,*

yang Kautebus dengan darahMu sendiri.

 

Sambutlah kami bersama para kudus*

dalam kemuliaan abadi. –

 

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,*

dan berkatilah milik pusakaMu.

 

Bimbinglah kami semua*

dan muliakanlah untuk selamanya.

 

Setiap hari kami meluhurkan Dikau,*

kami memuji namaMu sepanjang masa.

 

Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,*

agar senantiasa luput dari dosa.

 

Kasihanilah kami, ya Tuhan,*

kasihanilah kami.

 

Limpahkanlah kasih setiaMu kepada kami,*

sebab kami berharap kepadaMu.

 

KepadaMu kami percaya, ya Tuhan.*

kami takkan kecewa selama-lamanya.

 

DOA PENUTUP

Ya Allah, Bapa kekal, menurut kehendakMu Sabda telah menjadi manusia. Ia menerima tubuh insani dalam rahim perawan Maria. Kami mengakui penyelamat kami itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Indahkanlah permohonan kami, semoga kami mengikuti teladanNya sebagai manusia dan menjadi serupa juga dengan kodrat ilahiNya.

Sebab Dialah  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah