Sabtu, 11 Juli 2026

Ibadat Pagi: Sabtu, 11 Juli 2026

Sabtu, 11 Juli 2026

Pekan Biasa XIV - O PEKAN II

Pw. S.Benediktus, Abas (P)

 

IBADAT PAGI

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

 

MADAH

Ya Yesus Tuhan Engkau menghendaki

Agar panggilan untuk hidup bakti

Diperjuangkan serta diikuti

Umat beriman.


Panggilan suci Kautanam di hati

Untuk mengabdi dan menyangkal diri

Tekun mencari setya mengikuti

Putra ilahi.


Ditinggalkannya milik harta benda

Agar dibina cinta yang sempurna

Hati sluruhnya dipersembahkannya

Kepada Bapa.


Dimulyakanlah Bapa mahamurah

Bersama Putra penebus dunia 

Roh kudus pula penghibur Gereja

Slama-lamanya. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

Antifon 1

Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

 

Mazmur 91 (92) Pujian untuk Tuhan pencipta

Pujian dilambungkan untuk karya Putera tunggal (S.Atanasius)

 

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*

memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

 

mewartakan kasihMu pagi hari,*

dan kesetiaanMu di waktu malam:

 

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*

dengan iringan celempung.

 

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*

aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

 

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*

betapa luhur segala rencanaMu.

 

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*

orang dungu tidak akan mengerti.

 

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,†

dan orang durhaka berkembang pesat,*

namun mereka akan binasa selama-lamanya.

 

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*

Engkau luhur selama-lamanya.

 

Sebab para musuhMu akan binasa,*

para penjahat Kaucerai-beraikan.

 

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*

dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

 

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*

berkembang bagaikan pohon jati.

 

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*

bertunas di pelataran rumah Allah.

 

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*

dan tetap subur dan segar.

 

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*

tak ada kecurangan padaNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

 

Antifon 2

Muliakanlah Allah kita.

 

Kidung Ul 32,1-12 Kebaikan Allah terhadap umatNya

Berapa kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, hai Yerusalem, seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya (Mat 23,37)

 

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*

hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

 

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan,*

dan bertaburan laksana embun;

 

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*

bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

 

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*

muliakanlah Allah kita.

 

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*

sungguh lurus kebijaksanaanNya.

 

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*

adillah Ia dan tulus ikhlas.

 

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*

angkatan yang buruk dan curang.

 

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*

hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

 

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*

yang membentuk dan menghidupi engkau?

 

Ingatlah akan masa yang lampau,*

renungkanlah sejarah leluhurmu.

 

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*

tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

 

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*

tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang,

 

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*

sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

 

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*

dan suku-suku Yakub pusakaNya.

 

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*

di padang belantara yang sunyi senyap.

 

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*

memeliharanya bagaikan biji mata,

 

seperti rajawali melindungi sarangnya,*

melayang-layang di atas anaknya,

 

membentangkan sayap-sayapnya,*

dan membawa anaknya di atas kepaknya.

 

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*

tiada dewa lain di sampingNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Muliakanlah Allah kita.

 

Antifon 3

Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

 

Mazmur 8 Keagungan Tuhan dan martabat manusia

Allah membuat segala sesuatu tunduk dan takluk kepada Kristus. Ia memberikan Kristus kepada Gereja sebagai kepala atas segala-galanya (Ef 1,22)

 

Tuhan, Allah kami,*

betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

 

KeagunganMu luhur mengatasi langit,†

mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*

untuk membungkam musuh dan lawanMu.

 

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*

bulan dan bintang yang Kauciptakan:

 

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia sehingga Kaupelihara?

 

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*

Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

 

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*

segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

 

Domba, sapi dan ternak semuanya,*

hewan di padang dan margasatwa;

 

burung di udara dan ikan dilaut,*

semuanya yang melintasi arus lautan.

 

Tuhan, Allah kami,*

betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

 

BACAAN SINGKAT

(Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu! Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.

 

LAGU SINGKAT

P: Dalam hatinya ia merenungkan *Hukum Allahnya

U: Dalam hatinya ia merenungkan *Hukum Allahnya

P: Ia tetap mengikuti perintah Tuhan

U: Hukum Allahnya

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Dalam hatinya ia merenungkan *Hukum Allahnya

 

Antifon Kidung

Ia sungguh pria yang pantas dihormati, ia sungguh terberkati sesuai dengan arti namanya, ialah Benediktus.

 

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

 

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

 

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

 

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

 

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

 

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

 

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

 

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

 

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

 

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

 

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung

Ia sungguh pria yang pantas dihormati, ia sungguh terberkati sesuai dengan arti namanya, ialah Benediktus.

 

DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, hendaklah kita menyembah Kristus, Allah yang kudus, dalam kesucian dan kebenaran seumur hidup. Marilah kita berseru:

U: Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan


Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa, * 

Yesus, Tuhan kami, kasihanilah kami.


Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna, *

Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami.


Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia, * 

Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami.


Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, * 

Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami.


Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah, *

Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

 

DOA PENUTUP

Allah, kekayaan sejati, Engkau sudah menetapkan santo Benediktus abas menjadi guru gemilang dalam hal pengabdian kepadaMu. Semoga kami mencintai Engkau melebihi segala-galanya dan menempuh jalan hukum-hukumMu dengan sepenuh hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Bacaan: Sabtu, 11 Juli 2026

Sabtu, 11 Juli 2026

Pekan Biasa XIV - O PEKAN II

Pw. S.Benediktus, Abas (P)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

 

MADAH

Kita bergembira

Menghormati hamba

Yang dalam hidupnya

Tekun membiara.


Demi cinta Tuhan

Hidup dibaktikan

Untuk mengikuti

Panggilan ilahi.


Dalam segalanya

Slalu berusaha

Mengabdi sesama

Dengan kasih setya.


Terpujilah Bapa

Bersama Putera

Serta RohNya pula

Selama-lamanya. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

Antifon 1

Tuhan mengerjakan karya agung, kekal abadi kasih setiaNya.

 

Mazmur 135 (136) Madah Paska

Mengisahkan karya agung Tuhan  berarti memuji Tuhan (Cassianus)

                  I

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bersyukurlah kepada Allah segala dewata,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan segala penguasa,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Sebab hanya Tuhanlah yang mengerjakan karya agung,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dengan bijaksana,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Kepada Tuhan yang membentangkan bumi di atas samudera raya,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membuat penerang yang besar,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Matahari untuk menguasai siang,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bulan dan bintang untuk menguasai malam.*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Tuhan mengerjakan karya agung, kekal abadi kasih setiaNya.

 

Antifon 2

Tuhan mengantar umat Israel ke luar dari Mesir dengan tangan kuat dan lengan terentang.

                  II

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membunuh anak sulung Mesir,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Yang mengantar umat Israel ke luar dari Mesir,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Dengan tangan kuat dan lengan terentang.

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membelah Laut Merah,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Yang menyebrangkan umat Israel melalui air,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Yang mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke dalam laut,*

kekal abadi kasih setiaNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Tuhan mengantar umat Israel ke luar dari Mesir dengan tangan kuat dan lengan terentang.

 

Antifon 3

Bersyukurlah kepada Allah di surga, Ia membebaskan kita dari para penindas.

                  III

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memimpin umatNya melintasi padang gurun,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Yang menaklukkan kerajaan besar

kekal abadi kasih setiaNya

 

Yang membunuh raja-raja yang termasyhur,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Sihon raja bangsa Amori,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Dan Og, raja negari Basan,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Bersyukurlah kepada  Tuhan yng memberikan kerajaan mereka,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Menjadi milik pusaka Israel, hambaNya,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memperhatikan kemalangan kita,*

kekal abadi kasih setiaNya


Yang membebaskan kita dari para penindas,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberi makan segala makhluk,*

kekal abadi kasih setiaNya


Bersyukurlah kepada Allah di surga,*

kekal abadi kasih setiaNya

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Bersyukurlah kepada Allah di surga, Ia membebaskan kita dari para penindas.


 

BACAAN

Dikutip dari  http://www.imankatolik.or.id

Ams 31:10-31

Ams 31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.


Ams 31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.


Ams 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.


Ams 31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.


Ams 31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.


Ams 31:15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.


Ams 31:16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.


Ams 31:17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.


Ams 31:18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.


Ams 31:19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.


Ams 31:20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.


Ams 31:21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.


Ams 31:22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.


Ams 31:23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.


Ams 31:24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.


Ams 31:25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.


Ams 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.


Ams 31:27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.


Ams 31:28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:


Ams 31:29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.


Ams 31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.


Ams 31:31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

 

BACAAN LAIN

Sumber Iman Katolik

Benediktus dikenal sebagai pendiri cara hidup monastik di Eropa Barat. Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi seorang pertapa. Kemudian ia mendirikan sebuah tarekat yang dikenal dengan namanya, ordo Benediktin, yang bermarkas di Monte Casino. Pada tahun 1944 ketika Perang Dunia II berkecamuk biara induk Monte Casino dihancurkan, dan baru dibangun kembali setelah perang. Benediktus lahir di Nursia, Italia Tengah sekitar tahun 480 dan meninggal dunia di Monte Casino pada tahun 547. Saudarinya, Skolastika, yang kemudian menjadi seorang Santa, adalah seorang religius sejati yang membaktikan dirinya kepada Tuhan dan sesama. Dibantu oleh sebuah keluarga bangsawan yang mengikuti kebiasaan mendidik anak-anaknya bagi karier politik, Benediktus dikirim ke Roma untuk menlanjutkan pendidikannya. Di Roma ia menderita sekali karena tingginya biaya hidup. Walau ditemani oleh seorang pelayan keluarga yang terpercaya, ia meninggalkan kota Roma. Ketika itu ia berusia 20 tahun.

 

Untuk sementara waktu, ia tinggal di Enfide sekitar 40 mil barat daya kota Roma bersama sekelompok orang Kristen saleh sambil terus melanjutkan studi dan praktek askesenya. Ia kemudian meninggalkan Enfide untuk hidup menyendiri jauh dari kehidupan ramai di kota. Rekan-rekannya sangat mencintai dia dan percaya akan kemampuannya membuat mukzijat. Ia menemukan suatu tempat pengungsian yang sepi di dalam sebuah gua di atas gunung Subiako, 50 mil sebelah timur kota Roma. Di dalam gua itu, ia bertapa selama tiga tahun. Ia dibantu oleh Romanus, seorang pertapa lain dalam bimbingan rohani maupun makan-minum setiap hari.

 

Reputasi Benediktus sebagai seorang pertapa tidak bisa terus disembunyikan. Namanya segera terkenal di antara penduduk desa di sekitarnya. Tatkala superior dari sebuah biara di dekat gua pertapaannya meninggal dunia, biarawan-biarawan itu meminta Benediktus menjadi pemimpin mereka. Dengan senang hati Benediktus menerima permohonan itu dan segera meninggalkan gua pertapaannya. Ia disambut dengan gembira. Tetapi segera ia menyadari, bahwa kehidupan di biara itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para biarawan tidak disiplin dan lemah pendiriannya. Benediktus berusaha untuk memperbaiki situasi biara itu, namun tidak semua biarawan setuju, ada yang bahkan membenci dan berupaya meracuninya. Untunglah Benediktus selamat. Gelas minumnya yang berisi racun itu tiba-tiba saja hancur berantakan ketika dijamahnya. Benediktus segera meninggalkan biara itu dengan sedih hati. Ia kembali ke gua Subiako. Dari sana ia mulai mengumpulkan banyak pertapa yang terpencar dimana-mana. Sejak itu ia mulai meninggalkan idenya yang lama dan memulai hidup Cenobitik: sebuah komunitas pria yang mengabdikan diri pada kehidupan religius. Dengan meniru cara hidup asketis Mesir, teristimewa dari tradisi Pakomius, Benediktus mengelompokkan pengikut-pengikutnya dalam 12 kelompok, masing-masing dengan pimpinannya. Kehidupan monastik dengan 12 biara ini dimulainya di Subiako.

 

Selanjutnya, seorang bangsawan Roma memberinya sebidang tanah di dekat kota Kasino, kira-kira 30 mil jauhnya dari Subiako. Kasino terletak di kaki gunung dan sangat subur. Di sini Benediktus mendirikan sebuah gereja yang dipersembahkan kepada Santo Yohanes Pembaptis. Demikianlah awal dari biara Monte Kasino yang terkenal itu. Enam hari sebelum wafatnya, Benediktus menyuruh rekan-rekannya menyiapkan kuburnya di samping saudarinya Skolastika yang meninggal enam minggu sebelumnya. Relikiu Benediktus dan Skolastika ditemukan kembali pada tahun 1950 di bawah reruntuhan altar gereja Monte Kasino yang hancur pada masa Perang Dunia II.

 

Semua berita tentang kehidupan Benediktus diketahui dari buku "Dialog" karangan Paus Gregorius Agung yang ditulis 50 tahun setelah kematian Benediktus. Sumber informasi lain ialah aturan-aturan hidup yang disusunnya bagi pengikut-pengikut di Monte Kasino. Dari aturan hidup itu terlihat jelas kepribadian Benediktus sebagai seorang pemimpin biara yang ramah tamah, bijaksana dan penuh pengertian. Sikapnya sangat moderat baik dalam hal doa, kerja, pewartaan, makanan, tidur, dan lain-lainnya. Aturan hidup membiara Santo Benediktus merupakan aturan hidup membiara pertama di Eropa Barat. Santo Benediktus biasanya digambarkan sebagai seorang Abbas yang sedang memegang satu salinan aturan hidup membiara.

 

DOA PENUTUP

Allah, kekayaan sejati, Engkau sudah menetapkan santo Benediktus abas menjadi guru gemilang dalam hal pengabdian kepadaMu. Semoga kami mencintai Engkau melebihi segala-galanya dan menempuh jalan hukum-hukumMu dengan sepenuh hati. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah