Minggu, 15 Maret 2026

Ibadat Pagi: Minggu, 15 Maret 2026

Minggu, 15 Maret 2026

PEKAN IV PRAPASKAH – O PEKAN IV

HARI MINGGU PRAPASKAH IV (U)

 

IBADAT PAGI

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

MADAH

Kami menghadap pada-Mu

Allah yang baik selalu

Hati kami hancur luluh

Kami menangis mengaduh.

 

Kami sungguh menyadari

Kedosaan diri kami

Namun kami tetap ingat

Akan Dikau sumber rahmat.

 

Ampunilah dosa kami

Yang sudah kami sesali

Semoga berkat restu-Mu

Kami bertobat selalu.

 

Kami mohon pada Tuhan

Smoga masa persiapan

Yang kami langsungkan ini

Kaulimpahi rahmat suci. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Ant. 1    Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.

 

Mazmur 117 (118)    Sorak sorai dan ucapan syukur

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu sendiri -, namun Ia telah menjadi batu penjuru (Kisah Para Rasul 4:11).

 

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

 

Hendaklah Israel berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

 

Hendaklah kaum Harun berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

 

Hendaklah orang yang takwa berkata,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

 

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

 

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

 

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

 

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

daripada percaya kepada manusia.

 

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

daripada percaya kepada bangsawan.

 

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

 

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

 

Mereka mengepung aku seperti lebah,†

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

 

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

 

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

 

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.

 

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa”.

 

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

 

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

 

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

 

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

 

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

 

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

 

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.

 

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.

 

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

 

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,†

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

 

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

 

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 1    Allahkulah Engkau, Engkau kupuji; Allahku, Engkau kuagungkan.

 

Ant. 2    Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.

 

Kidung Daniel 3:52-57    Semua makhluk hendaknya memuji Tuhan

Pencipta….dipuji selama-lamanya (Roma 1:25).

 

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,†

dan bersemayam di atas singgasana,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

 

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

 

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh Kudus,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

 

(Kidung ini, tidak ditutup dengan “Kemuliaan”)

 

Ant. 2    Tuhan, Engkau berkuasa untuk melepaskan kami dari musuh yang kuat. Bebaskanlah kami, ya Allah kami.

 

Ant. 3    Pujilah Tuhan, karena karya-Nya yang agung.

 

Mazmur 150    Pujilah Tuhan

Bermazmurlah dengan segenap hati dan budimu: muliakanlah Allah lahir batin (Hesychius).

 

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*

pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.

 

Pujilah Dia karena karya-Nya yang agung,*

pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.

 

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*

pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

 

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*

pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

 

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,†

Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*

segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Ant. 3    Pujilah Tuhan, karena karya-Nya yang agung.

 

BACAAN SINGKAT

(Nehemia 8:9,10)

Hari ini dibaktikan kepada Tuhan Allah kita. Jangan berdukacita dan jangan menangis. Sebab hari ini suci bagi Tuhan. Maka janganlah bersusah hati, karena sukacita Tuhan menguatkan kita.

 

LAGU SINGKAT

P: Kristus, Putera Allah yang hidup,* kasihanilah kami.

U. Kristus, Putera Allah yang hidup,* kasihanilah kami.

P: Hati-Mu hancur luluh karena kedurhakaan kami.

U: Kasihanilah kami.

P: Kemuliaan kepada Bapa Putera dan Roh Kudus.

U: Kristus, Putera Allah yang hidup,* kasihanilah kami.

 

Antifon Kidung    Belum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.

 

KIDUNG ZAKARIA

(Lukas 1:68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

 

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

 

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

 

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

 

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

 

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

 

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

 

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

 

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

 

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

 

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung    Belum pernah terdengar, bahwa ada yang bisa membuka mata orang yang lahir buta, kecuali Kristus Putera Allah.

 

DOA PERMOHONAN

Penebus kita telah menganugerahkan masa keselamatan ini kepada kita. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

U: Perbaharuilah semangat kami, ya Tuhan.

 

Ya Kristus, kehidupan kami, kami telah dikuburkan bersama Engkau dalam pembaptisan dan dibangkitkan kepada kehidupan baru,* 

semoga kami pada hari ini berlaku sesuai dengan hidup baru itu.

 

Tuhan, Engkau telah berbuat baik kepada semua orang,* 

semoga kami pun selalu memperhatikan kepentingan umum.

 

Semoga kami sehati sejiwa membangun masyarakat kami di dunia,* 

dan sekaligus mengharapkan persatuan dengan umat suci-Mu di surga.

 

Berilah kami kekuatan jiwa dan raga, sembuhkanlah luka hati kami,* 

agar kami dapat mengejar kesucian berkat bantuan-Mu.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di Surga,

dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

 

DOA PENUTUP

Tuhan yang Maharahim, dengan perantaraan Sabda-Mu Engkau memulihkan nasib umat manusia. Semoga kami menyongsong perayaan Paska dengan bakti yang rela dan iman yang bersemangat. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Bacaan: Minggu, 15 Maret 2026

Minggu, 15 Maret 2026

PEKAN IV PRAPASKAH – O PEKAN IV

HARI MINGGU PRAPASKAH IV (U)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

 

MADAH

Marilah menyongsong Paska

Dengan pantang dan puasa

Menurut teladan Tuhan

Dan adat umat beriman.

 

Makanan serta minuman

Hiburan dan percakapan

Hendaknya kita batasi

Agar lahir batin murni.

 

Kita menjaga pikiran

Agar tak berkeliaran

Jangan sampai kena jerat

Tertipu musuh yang jahat.

 

Kami mohon pada Tuhan

Smoga masa persiapan

Yang kami langsungkan ini

Kaulimpahi rahmat suci. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Ant. 1    Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan, siapakah berdiri di tempat-Nya yang kudus?

 

Mazmur 23 (24)    Tuhan masuk bait-Nya yang kudus

Pintu surga terbuka untuk Kristus pada waktu kenaikan-Nya (St.Ireneus).

 

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*

jagat dan semua penghuninya.

 

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*

menegakkannya atas samudra raya.

 

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*

siapakah berdiri di tempat-Nya yang kudus?

 

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*

yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

 

Dia yang menerima berkat Tuhan *

dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

 

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*

yang menghadap hadirat Allah Yakub.

 

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, †

dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*

supaya masukkah raja mulia.

 

Siapakah raja mulia itu?†

Tuhan yang perkasa dan perwira,*

Tuhan yang jaya dalam peperangan.

 

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, †

dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*

supaya masuklah raja mulia.

 

Siapakah raja mulia itu? †

Tuhan semesta alam,*

Dialah Raja Mulia.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 1    Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan, siapakah berdiri di tempat-Nya yang kudus?

 

Ant. 2    Pujilah Allah kami, hai para bangsa, sebab Allah memperkenankan kami tetap hidup.

 

Mazmur 65 (66)    Madah untuk kurban syukur

Kebangkitan Tuhan dan bertobatnya para bangsa (Hesychius).

                                    I

Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, †

bermazmurlah bagi nama-Nya yang mulia *

dan gemakanlah pujian-Nya.

 

Berkatalah; “Ya Allah, betapa dahsyatlah karya-Mu, †

betapa hebatlah kekuatan-Mu,*

sehingga musuh terbungkuk-bungkuk di hadapan-Mu.

 

Seluruh bumi sujud menyembah Engkau *

dan memuji nama-Mu dengan mazmur.”

 

Mari saksikan karya Allah,*

perbuatan Allah menggemparkan manusia.

 

Allah mengubah laut menjadi tanah kering, †

mereka menyeberangi sungai tanpa menjadi basah,*

mari kita bersorak-sorai kepada Allah.

 

Ia memerintah dari benteng-Nya yang abadi, †

pandangan-Nya mengawasi para bangsa,*

jangan sampai ada yang memberontak melawan Dia.

 

Pujilah Allah kami, hai para bangsa,*

serukanlah pujian-Nya dengan sepenuh hati.

 

Sebab Allah memperkenankan kami tetap hidup *

dan tidak menyerahkan kami kepada kematian.-

 

Engkau telah menguji kami, ya Allah,*

membesut kami seperti membesut perak.

 

Engkau membawa kami ke padang belantara *

dan menimpakan wabah kepada kami.

 

Engkau memusingkan kepala kami dengan penyakit, †

kami mengalami siksaan api dan air *

setelah kami Kaubawa keluar dari kemakmuran Mesir.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 2    Pujilah Allah kami, hai para bangsa, sebab Allah memperkenankan kami tetap hidup.

 

Ant. 3    Dengarkanlah, hai kamu semua yang takwa, aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.

                                        II

Aku akan masuk rumah-Mu membawa kurban bakaran, †

aku akan memenuhi nazar *

yang telah kuucapkan dalam kegelisahanku.

 

Aku akan mempersembahkan hewan  tambun,†

membakar domba jantan menjadi kurban yang harum,*

aku akan menyediakan kurban sapi dan kambing.

 

Mari, dengarkanlah, hai kamu semua yang takwa,*

aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.

 

Kepada-Nya aku telah berseru,*

dan pujian-Nya telah kunyanyikan.

 

Sekiranya aku menyadari suatu kesalahan,*

Tuhanku pasti tidak mendengarkan daku 

 

Tetapi kenyataannya Allah mendengarkan daku *

dan mengindahkan doa permohonanku.

 

Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku *

dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 3    Dengarkanlah, hai kamu semua yang takwa, aku hendak mewartakan yang dikerjakan Allah bagiku.

 

BACAAN

Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

Imamat 8:1-17; 9:22-24


Im 8:1  TUHAN berfirman kepada Musa:


Im 8:2  "Panggillah Harun dan anak-anaknya bersama-sama dengan dia, dan ambillah pakaian-pakaian, minyak urapan, dan lembu jantan korban penghapus dosa, dua domba jantan dan bakul berisi roti yang tidak beragi,


Im 8:3  lalu suruhlah berkumpul segenap umat ke depan pintu Kemah Pertemuan."


Im 8:4  Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, lalu berkumpullah umat itu di depan Kemah Pertemuan.


Im 8:5  Berkatalah Musa kepada umat itu: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN untuk dilakukan."


Im 8:6  Lalu Musa menyuruh Harun dan anak-anaknya mendekat, dan dibasuhnyalah mereka dengan air.


Im 8:7  Sesudah itu dikenakannyalah kemeja kepadanya, diikatkannya ikat pinggang, dikenakannya gamis, dikenakannya baju efod, diikatkannya sabuk baju efod dan dikebatkannya sabuk itu kepadanya.


Im 8:8  Dikenakannyalah tutup dada kepadanya dan dibubuhnya di dalam tutup dada itu Urim dan Tumim.


Im 8:9  Kemudian ditaruhnyalah serban di kepalanya, dan di atas serban itu di sebelah depan ditaruhnyalah patam emas, yakni jamang yang kudus, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


Im 8:10  Musa mengambil minyak urapan, lalu diurapinyalah Kemah Suci serta segala yang ada di dalamnya dan dikuduskannya semuanya itu.


Im 8:11  Dipercikkannyalah sedikit dari minyak itu ke mezbah tujuh kali dan diurapinya mezbah itu serta segala perkakasnya, dan juga bejana pembasuhan serta alasnya untuk menguduskannya.


Im 8:12  Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.


Im 8:13  Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu dikenakannyalah kemeja kepada mereka, diikatkannya ikat pinggang dan dililitkannya destar, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


Im 8:14  Disuruhnyalah membawa lembu jantan korban penghapus dosa, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan korban penghapus dosa itu.


Im 8:15  Lembu itu disembelih, lalu Musa mengambil darahnya, kemudian dengan jarinya dibubuhnyalah darah itu pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya, dan dengan demikian disucikannyalah mezbah itu dari dosa; darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah. Dengan demikian dikuduskannya mezbah itu dan diadakannya pendamaian baginya.


Im 8:16  Diambillah segala lemak yang melekat pada isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang serta lemaknya, lalu Musa membakarnya di atas mezbah.


Im 8:17  Tetapi lembu jantan itu dengan kulit, daging, dan kotorannya dibakarnya habis di luar perkemahan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.


Im 9:22  Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka, kemudian turunlah ia, setelah mempersembahkan korban penghapus dosa, korban bakaran, dan korban keselamatan.


Im 9:23  Masuklah Musa dan Harun ke dalam Kemah Pertemuan. Setelah keluar, mereka memberkati bangsa itu, lalu tampaklah kemuliaan TUHAN kepada segenap bangsa itu.


Im 9:24  Dan keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan korban bakaran dan segala lemak di atas mezbah. Tatkala seluruh bangsa itu melihatnya, bersorak-sorailah mereka, lalu sujud menyembah.

 

BACAAN LAIN

RENUNGAN KISAH SENGSARA TUHAN KITA YESUS KRISTUS 

J.LOVE

26. DIMAHKOTAI DURI

Yesus disiksa dan dimahkotai duri dalam kondisi demam dan gemetar


Dengan suatu sorongan yang kuat,  mereka mendudukkan Yesus di atas sebuah bangku pendek yang telah ditaburi kerikil tajam dan serpihan tembikar.  Mereka kemudian menancapkan mahkota duri di atas kepala Yesus dan menekannya kuat-kuat hingga darah mengalir.  Yesus menangis dalam bisu oleh karena sakit yang amat sangat.  TubuhNya demam dan gemetar.  LidahNya lekat ke langit-langit akibat kehausan yang hebat.  Namun mereka masih terus saja memukuli dan mencemoohNya.  Sungguh keterlaluan.


Tak terbayangkan derita Yesus saat itu. Dengan tubuh yang hancur remuk akibat deraan cambuk, masih juga Yesus disiksa terus menerus dalam kondisi yang sakit. Betapa jahatnya mereka! Namun mereka hanya melakukan sesuai perintah kita. Ya, kitalah yang menyebabkan mereka bertindak demikian. Mahkota duri adalah silih bagi segala dosa kesombongan duniawi dan kesombongan rohani kita. Segala siksa yang bertubi itu adalah silih atas dosa yang terus menerus kita lakukan tanpa jeda. Lalu, siapa sebenarnya yang lebih jahat, kita atau mereka?


DOA PENUTUP

Tuhan yang Maharahim, dengan perantaraan Sabda-Mu Engkau memulihkan nasib umat manusia. Semoga kami menyongsong perayaan Paska dengan bakti yang rela dan iman yang bersemangat. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan  Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah