Rabu, 01 April 2026

Ibadat Pagi: Rabu, 01 April 2026

Rabu, 01 April 2026

PEKAN SUCI – O PEKAN II

Hari Rabu dalam Pekan Suci (U)

 

IBADAT PAGI

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

MADAH

Salib suci nan mulia

Kayu paling utama

Tiada yang menandingi

Daun bunga buahnya

Kayu paku bahagia

Memangku pangkal hidup.

 

Pohon bungkukkan dahanmu

Lemaskanlah uratmu

Lembutkan juga kerasmu

Yang jadi bawaanmu

Sediakan batang empuk

Bagi tubuh rajamu.

 

Engkaulah kayu yang pantas

Mentakhtakan penebus

Menyajikan tempat labuh

Bagi bumi yang karam

Berhiaskan darah suci

Anakdomba sejati.

 

Terpuji terhormatilah

Allah mahakuasa

Bapa bersama Putera

Dan Roh Kudus penghibur

Yang jaya bertakhta mulya

Selalu selamanya. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

 

Mazmur 76 (77) Kenangan akan karya Tuhan

Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit (2 Kor 4,8)

 

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.

 

Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,†

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.

 

Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.

 

Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.

 

Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.

 

Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.

 

“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?

 

Sudah habiskah kasih setiaNya selama-lamanya,*

sudah batalkah janjiNya yang turun-temurun?

 

Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahimanNya dengan kemurkaan?”

 

Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikapNya.

 

Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

 

Segala karyaMu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatanMu.

 

Ya Allah, kuduslah tindakanMu,*

dewa manakah seagung Allah kami?

 

Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasaMu di antara bangsa-bangsa.

 

Dengan tangan kuat Kautebus umatMu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.

 

Air laut melihat Engkau, ya Allah,†

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bergetar ketakutan.

 

Awan-awan mencurahkan air hujan,†

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.

 

Deru gunturMu sabung-menyabung,†

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.

 

JalanMu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karyaMu tak terselami.

 

Demikian umatMu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan Musa dan Harun.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 1

Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.

 

Antifon 2

Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

 

Kidung 1 Sam 2,1-10 Sukacita orang yang rendah hati

Allah menurunkan orang yang berkuasa dari takhta dan mengangkat yang hina-dina. Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan (Luk 1,52-53)

 

Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.

 

Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolonganMu.

 

Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kita.

 

Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.

 

Tuhan itu Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!

 

Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.

 

Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.

 

Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.

 

Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

 

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.

 

Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.

 

Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.

 

Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.

 

Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihiNya,†

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.

 

Tuhan menggentarkan para lawanNya,†

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.

 

Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapiNya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 2

Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.

 

Antifon 3

Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

 

Mazmur 96 (97) Kemuliaan Tuhan dalam pengadilan

Mazmur ini menguraikan keselamatan dunia dan kepercayaan semua bangsa kepada keselamatan itu (S.Atanasius)

 

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.

 

Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhtaNya.

 

Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekitarNya.

 

Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.

 

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.

 

Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaanNya.

 

Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,†

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.

 

Sion mendengarnya dan bersukacita,†

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusanMu, ya Tuhan.

 

Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.

 

Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,†

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihiNya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.

 

Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.

 

Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan namaNya yang kudus.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon 3

Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.

 

BACAAN SINGKAT

(Yes 50,5-7)

Tuhan Allah telah menganugerahkan kepadaku lidah yang fasih, supaya aku tahu menghibur orang yang letih lesu. Setiap pagi Allah membuka telingaku, supaya aku mendengarkan sabdaNya sebagai murid. Tuhan Allah membuka telingaku, dan aku tidak melawan, pun tidak mundur. Punggungku kubiarkan dipukuli orang, daguku kuserahkan kepada yang mencabuti janggutku, dan aku tidak memalingkan wajahku dari cercaan dan ludahan. Tuhan Allah akan menolong aku, dan penghinaan itu takkan menggoncangkan daku. Hatiku tabah, sebab aku yakin aku tak akan dipermalukan.

 

LAGU SINGKAT

P: Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darahMu.

U. Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darahMu.

P: Segala suku, bahasa, bangsa dan negara Kausucikan.

U: Dengan darahMu.

P: Kemuliaan kepada Bapa Putera dan Roh Kudus.

U: Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darahMu.

 

Antifon Kidung

Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.

 

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

 

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

 

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

 

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

 

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

 

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

 

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

 

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

 

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

 

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

 

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

 

Antifon Kidung

Semoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.

 

DOA PERMOHONAN

Kristus penyelamat telah menebus kita dengan kematian dan kebangkitanNya. Marilah kita mohon kepadaNya:

U: Tuhan, kasihanilah kami.

 

Engkau telah naik ke Yerusalem untuk menderita sengsara dan wafat sebagai jalan menuju kemuliaan,* 

hantarlah GerejaMu kepada Paska abadi.

 

Engkau ditinggikan pada salib dan ditikam dengan tombak serdadu,*

sembuhkanlah luka-luka kami.

 

Engkau telah mengubah salib yang hina menjadi pohon kehidupan,*

kurniakanlah hasil buahnya kepada setiap orang yang lahir kembali dalam pembaptisan.

 

Waktu Engkau tergantung pada salib, Engkau telah mengasihani penyamun yang bertobat,* 

ampunilah kami orang yang berdosa ini.

 

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

 

DOA PENUTUP

Tuhan yang maha bijaksana, menurut rencanaMu PuteraMu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hambaMu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Bacaan: Rabu, 01 April 2026

Rabu, 01 April 2026

PEKAN SUCI – O PEKAN II

Hari Rabu dalam Pekan Suci (U)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

 

MADAH

O kayu indah mulia

Yang dihias darah raja

Kau terima kehormatan

Menjadi tumpuan Tuhan

 

Bahagialah lenganmu

Gantungan tangan terpaku

Yang lemas namun kuasa

Merebut mangsa neraka

 

Hai salib harapan kami

Di masa sengsara ini

Yang saleh mohon dituntun

Yang salah mohon diampun

 

Tritunggal sumber selamat

Dipuji seluruh umat

Yang ditebus darah suci

Mohon selalu diberkati. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Kita mengeluh dalam lubuk hati, sambil merindukan pembebasan tubuh kita.

 

Mazmur 38 (39) Doa orang sakit

Semua makhluk takluk kepada kesia-siaan.........karena Dia yang telah menaklukkannya (Rom 8,20)

                        I

Aku berkata dalam hati: “Aku hendak hidup hati-hati,*

jangan sampai aku berdosa dengan lidahku

 

Aku hendak mengekang ucapan mulutku, *

selama orang jahat menentang aku.”

 

Aku diam seribu bahasa dan membisu,*

meskipun aku cemas tertekan oleh derita

 

Hatiku merasa panas seperti terbakar,*

bila kuingat sengsaraku, rasanya seperti api menyala.

 

Akhirnya kubuka juga mulutku: *

“Ya, Tuhan, beri tahukanlah akhir hidupku:

 

singkapkanlah sisa hari-hariku: *

supaya aku tahu betapa singkat hidupku.”

 

Sungguh, umurku Kaubatasi beberapa jengkal saja,*

dan jangka hidupku tidak berarti bagiMu

 

Sayang, manusia hanya asap belaka,*

tiada ubahnya dengan gambar bayangan

 

Sayang, bagaikan khayalan manusia berlalu, *

percumalah segala kegelisahannya

 

Ia menimbun-nimbun kekayaan,*

tetapi ia tidak tahu siapa yang menikmatinya.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Kita mengeluh dalam lubuk hati, sambil merindukan pembebasan tubuh kita.

 

Antifon 2

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku, condongkanlah telingaMu kepada jeritan tangisku

                        II

Dan sekarang, apa yang dapat kuharapkan, ya Tuhanku? *

padaMulah kutaruh harapanku

 

bebaskanlah aku dari segala dosaku,*

jangan biarkan daku ditertawakan orang dungu

 

Tadinya aku diam seribu bahasa dan membisu,*

ah, sekiranya Engkau mau bertindak!

 

Singkirkanlah cambukMu dari padaku,*

aku hancur luluh karena pukulan tanganMu

 

Engkau menghukum manusia karena kesalahannya,†

dan bagaikan gegat Engkau merapuhkan badannya,*

sayang, manusia hanya asap belaka

 

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku *

dan condongkanlah telingaMu kepada seruanku

 

Janganlah tuli terhadap jeritan tangisku †

sebab aku hanyalah pendatang dalam rumahMu,*

perantau seperti semua leluhurku

 

Palingkanlah wajah kemurkaanMu daripadaku, †

supaya aku bersukacita *

sebelum aku meninggal dan tiada lagi

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku, condongkanlah telingaMu kepada jeritan tangisku

 

Antifon 3

Aku percaya pada kasih setia Allah sekarang dan selama-lamanya

 

Mazmur 51 (52) Melawan penghojat

Yang berbangga, hendaknya berbangga dalam Tuhan (1 Kor 1,31)

 

Mengapa engkau bangga atas kejahatan,*

hai pahlawan gadungan?

 

Hai orang mursid yang palsu,*

mengapa terus menerus engkau menabung pikiran busuk?

 

Tajam bagaikan pisau cukur sindiran lidahmu,*

hai ahli penipu

 

Engkau memilih kejahatan dan bukan kebaikan,*

engkau mengatakan dusta dan bukan kebenaran

 

Engkau suka akan segala macam omonganmu *

yang merusak dan menipu

 

Semoga Allah membinasakan dikau dengan pukulanNya,*

memusnakan dikau untuk selama-lamanya

 

Semoga Ia menyeret engkau ke luar dari rumah *

dan menciduk anakmu hidup-hidup dari bumi

 

Melihat itu orang jujur akan takut,*

tetapi kemudian mereka tertawa:

 

“Lihatlah dia, inilah orangnya *

yang tidak sudi berlindung pada Allah

 

Dia  menaruh harapan pada kekayaannya,*

dia percaya pada tipu muslihatnya!”

 

Tetapi aku, bagaikan pohon berbuah *

aku tumbuh di rumah Allah

 

Percayalah pada kasih setia Allah *

sekarang dan selama-lamanya

 

Aku hendak bersyukur kepadaMu, ya Allah kekal,*

sebab Engkau telah bertindak

 

Aku hendak memaklumkan namaMu,*

sebab Engkau baik hati terhadap sahabat-sahabatMu.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Aku percaya pada kasih setia Allah sekarang dan selama-lamanya

 

BACAAN

Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

Rat 3:1-33

Rat 3:1 Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.


Rat 3:2 Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya.


Rat 3:3 Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.


Rat 3:4 Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.


Rat 3:5 Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan.


Rat 3:6 Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati.


Rat 3:7 Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.


Rat 3:8 Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku.


Rat 3:9 Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui.


Rat 3:10 Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian.


Rat 3:11 Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun.


Rat 3:12 Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah.


Rat 3:13 Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya.


Rat 3:14 Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari.


Rat 3:15 Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh.


Rat 3:16 Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu.


Rat 3:17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.


Rat 3:18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.


Rat 3:19 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan ipuh dan racun itu."


Rat 3:20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku.


Rat 3:21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap:


Rat 3:22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,


Rat 3:23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!


Rat 3:24 "TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya.


Rat 3:25 TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.


Rat 3:26 Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.


Rat 3:27 Adalah baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya.


Rat 3:28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN membebankannya.


Rat 3:29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan.


Rat 3:30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan.


Rat 3:31 Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan.


Rat 3:32 Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.


Rat 3:33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan merisaukan anak-anak manusia.


BACAAN LAIN

KISAH SENGSARA TUHAN KITA YESUS KRISTUS, J.LOVE

43. Maria menjadi bunda semua

Yesus memberikan Maria sebagai bunda Yohanes yang mewakili semua anaknya

Saat itu kegelapan meliputi Kalvari. Bunda Maria dan Yohanes berdiri dekat salib. Yesus menatap mereka dengan cinta kasih yang penuh kelembutan. Yesus berkata kepada Bunda Maria, “Perempuan, inilah anakmu”, dan kepada Yohanes, “Inilah ibumu.” Yohanes memberikan salam hormat dengan penuh kasih kepada Maria yang sejak saat itu diterimanya sebagai bundanya yang terkasih dan Maria pun tinggal di rumah Yohanes.


Betapa manisnya hadiah dari Yesus ini disaat ajal menjelang. Bunda Maria adalah yang paling dicintai Yesus di dunia ini, namun Ia memberikan milikNya yang paling dikasihiNya ini kepada gerejaNya, mempelaiNya yang juga amat dikasihiNya. Sungguh pemberian yang amat berharga, sebab Bunda Maria adalah ibu yang terbaik, terlembut, termanis, tersuci, dan penuh perhatian dengan cinta yang tulus kepada setiap anaknya. Ratu Surgawi sungguh telah menjadi ibu kita yang hina ini. Betapa indahnya bahwa setiap saat kita dapat berseru kepadanya, memohon rahmat dan pertolongannya, doa serta perlindungannya.


44. Dalam kegelapan pekat

Jiwa Yesus diliputi dukacita, kegelapan dan kepahitan yang tak terkatakan.

Kegelapan di Kalvari semakin pekat. Semua orang menjauh dari salib Yesus. Jiwa Yesus diliputi dukacita dan kepahitan yang amat sangat. Bagi Yesus segalanya tampak gelap, suram dan mengenaskan. Dalam keadaan terikat tanpa daya, tanpa bisa bergerak sendiri pun. Yesus dijauhkan dari segala penghiburan ilahi maupun manusiawi. Yesus merasa ditinggalkan oleh Allah Bapa hingga Ia berseru, “AllahKu, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Sungguh sengsara batin yang tidak terlukiskan yang harus dilalui Yesus seorang diri dan hanya ditopang oleh iman, harapan dan kasih.


Dari sengsara pahit Yesus inilah, kita mendapatkan rahmat untuk melawan berbagai pencobaan pada situasi yang sama, saat kita merasa putus asa, saat kita merasa ditinggalkan oleh semua, saat kecemasan, ketakutan, kepahitan dan kegelapan meliputi jiwa dan batin kita dan juga saat kita merasa dijauhkan dari segala penghiburan surgawi. Pada saat inilah kita harus berpaling kepada Yesus yang siap sedia mencurahkan rahmatNya dan menemani kita, agar kita tidak perlu melewati semua itu sendirian, sebab Yesus telah menyilihnya pada salib agar kita dapat melewatinya bersama dengan Dia.


DOA PENUTUP

Tuhan yang maha bijaksana, menurut rencanaMu PuteraMu menanggung derita di kayu salib untuk mematahkan kuasa musuh kami. Semoga kami, hamba-hambaMu, Kauanugerahi kurnia kebangkitan. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah