Sabtu, 02 Mei 2026

Ibadat Bacaan: Sabtu, 02 Mei 2026

Sabtu, 02 Mei 2026

PEKAN IV PASKAH – O PEKAN IV

Pw. S.Atanasius, UskPujG (P)

 

IBADAT BACAAN

 

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

 

MADAH

Ini sungguh hari Tuhan

Hari penuh kesukaan

Dosa kita dibersihkan

Oleh darah suci Tuhan

 

O betapa mengagumkan

Bahwasanya cinta Tuhan

Berhasil meniadakan

Ketakutan yang menekan

 

O betapa mentakjubkan

Bahwasanya kematian

Berhasil mengembalikan

Hidup yang tak terkalahkan

 

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan RohNya. Amin

 

PENDARASAN MAZMUR

 

Antifon 1

Tuhan membebaskan mereka dari lawan, alleluya

 

Mazmur 77 (78), 40-72 Kebaikan Tuhan dan ketidaksetiaan umat dalam sejarah keselamatan

Semuanya itu telah terjadi sebagai contoh bagi kita (1 Kor 10,6)

                        IV

Berkali-kali bangsa Israel memberontak melawan Allah di padang pasir *

dan menyakitkan hatiNya di padang belantara.

 

Berkali-kali mereka mencobai Tuhan *

dan menantang Allah Israel yang mahakudus.

 

Mereka tidak ingat akan kekuasaanNya,*

akan hari Allah membebaskan mereka dari lawan;

 

yaitu ketika Ia mengerjakan karya agung di tanah Mesir *

dan mukjizat di padang Zoan;

 

ketika Ia mengubah sungai dan bengawan mereka menjadi darah,*

sehingga airnya tak dapat diminum.

 

Waktu itu Ia mendatangkan lalat pikat yang mengisap darah mereka *

dan katak yang menghabiskan tenaga mereka.

 

Ia menyerahkan hasil panen mereka kepada belalang *

dan hasil jerih payah mereka kepada hama.

 

Ia merusak pohon anggur mereka dengan hujan es *

dan pohon ara mereka dengan embun beku.

 

Ia membiarkan ternak mereka diserang penyakit sampar *

dan kawanan mereka ditimpa demam.

 

Ia menyemburkan melawan mereka murkaNya yang menyala-nyala,*

keberangan dan amarahNya yang berkobar-kobar.

 

Ia mengutus malaikat yang mendatangkan bencana *

untuk menyiapkan jalan bagiNya.

 

Ia tidak meluputkan mereka dari maut,*

tetapi menyerahkan nyawa mereka kepada wabah.

 

Ia membunuh semua anak sulung Mesir,*

kesuma bangsa di perkemahan Kham.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 1

Tuhan membebaskan mereka dari lawan, alleluya

 

Antifon 2

Tuhan menghantarkan mereka ke gunungNya yang suci, alleluya

                        V

Lalu Allah menyuruh umatNya berangkat seperti domba, *

membimbing mereka seperti kawanan melintasi padang gurun.

 

Ia menuntun mereka dengan aman, mereka tidak takut,*

sedangkan musuh mereka ditelan laut.

 

Ia menghantarkan mereka ke gunungNya yang suci,*

ke gunung yang direbut dengan kekuasaanNya.

 

Ia mengusir bangsa-bangsa lain di hadapan mereka,†

membuang undi untuk membagi-bagikan tanah pusaka mereka *

dan menempatkan suku-suku Israel di perkemahan mereka.

 

Namun mereka menantang dan mencobai Tuhan,*

mereka tidak mengindahkan perintah Allah yang mahatinggi.

 

Mereka murtad dan berkhianat tak ubahnya dengan leluhur mereka,*

rewel dan menjengkelkan seperti busur kendur.

 

Mereka memanaskan hati Allah dengan ibadat tahayul *

dan membangkitkan cemburuNya dengan berhala mereka.

 

Mendengar itu Allah menjadi marah,*

Ia menolak Israel tanpa ampun.

 

Ia meninggalkan kediamanNya di kota Silo,*

Ia meninggalkan kemahNya di antara manusia.

 

Ia menyerahkan bentengNya kepada musuh *

dan tabutNya yang mulia kepada tangan lawan.

 

Ia membiarkan umatNya dimakan pedang *

dan melampiaskan amarahNya terhadap milik pusakaNya.

 

Para pemuda mereka dimangsa api,*

dan para pemudi mereka tidak dipestakan sebagai mempelai.

 

Imam-imam mereka tewas oleh pedang,*

tanpa diratapi oleh janda-janda mereka.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 2

Tuhan menghantarkan mereka ke gunungNya yang suci, alleluya

 

Antifon 3

Tuhan memilih suku Yehuda, Ia memilih Daud hambaNya untuk menggembalakan Israel, milik pusakaNya, alleluya

                        VI

Maka bangkitlah Tuhan seperti orang bangun dari tidur,*

seperti pahlawan yang siuman dari mabuknya.

 

Ia menyepak pantat para lawanNya,*

mempermalukan mereka untuk selama-lamanya.

 

Ia menolak  suku Yusuf *

dan tidak memilih suku Efraim.

 

Tetapi Ia memilih suku Yehuda *

dan gunung Sion yang dikasihiNya.

 

Ia membangun rumahNya indah laksana surga *

dan kuat bagaikan bumi yang didirikanNya dari sediakala.

 

Ia memilih Daud, hambaNya,*

mengambilnya dari tengah kawanan domba.

 

Ia memanggilnya dari antara kambing domba †

untuk menggembalakan Yakub, umatNya,*

dan Israel, milik pusakaNya.

 

Dan Daud menggembalakan mereka dengan hati yang tulus *

dan membimbing mereka dengan bijaksana.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Antifon 3

Tuhan memilih suku Yehuda, Ia memilih Daud hambaNya untuk menggembalakan Israel, milik pusakaNya, alleluya

 

BACAAN

Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

Kis 15:36 - 16:15

Kis 15:36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka."


Kis 15:37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;


Kis 15:38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.


Kis 15:39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.


Kis 15:40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan


Kis 15:41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.


Kis 16:1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.


Kis 16:2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,


Kis 16:3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.


Kis 16:4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.


Kis 16:5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.


Kis 16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.


Kis 16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.


Kis 16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.


Kis 16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"


Kis 16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Kis 16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;


Kis 16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.


Kis 16:13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.


Kis 16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.


Kis 16:15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.

 

BACAAN LAIN

sumber http://www.imankatolik.or.id

Santo Athanasius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja

Pembela terbesar ajaran Gereja Katolik tentang Tritunggal MahaKudus dan misteri Penjelmaan Sabda menjadi Manusia ialah santo Athanasius, Uskup Aleksandria, Mesir. Athanasius lahir di Aleksandria, kurang lebih pada tahun 297 dan meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373. Beliau dikenal sebagai ‘Bapak Ortodoksi’ karena perjuangannya yang besar dalam menentang ajaran-ajaran sesat yang berkembang pada masa itu.

Pada tahun 318, Athanasius ditabhiskan menjadi diakon, dan ditunjuk sebagai sekretaris Uskup Aleksandria. Dalam kurun waktu singkat setelah tabhisan diakon itu, ia menerbitkan karangannya tentang rahasia Penjelmaan. Sebagai sekretaris Uskup, ia berhubungan erat dengan para rahib padang gurun, seperti santo Antonius, sang pertapa dari Mesir. Athanasius sendiri sangat tertarik sekali dengan kehidupan para rahib itu. Akhirnya dia sendiri pun meneladani cara hidup para pertapa itu dan menjadi seorang pendoa besar.

Menanggapi ajaran sesat Arianisme, Athanasius bersama uskupnya pergi menghadiri Konsili Nicea (sekarang: Iznik, Turki) yang diprakarsai oleh kaisar Konstantianus. Dalam konsili itu, Athanasius terlibat aktif dalam diskusi-diskusi mengenai Ke-Allah-an Yesus Kristus,Pribadi kedua dalam Tritunggal MahaKudus. Sekembali dari konsili itu, peranan Athanasius semakin terasa penting, terutama setelah meninggalnya uskup Aleksandria enam bulan kemudian. Sebagai pengganti Uskup Aleksandria, Athanasius dipilih menjadi uskup Aleksandria. Dalam tugasnya sebagai uskup, Athanasius mengunjungi seluruh wilayah keuskupannya, termasuk pertapaan-pertapaan para rahib. Ia mengangkat seorang uskup untuk wilayah Ethiopia. Ia memimpin keuskupannya selama 45 tahun.

Pada masa kepemimpinannya Arianisme mulai timbul lagi di Mesir. Dengan tegas Athanasius menentang Arianisme itu. Ia banyak menghadapi tantangan. Sebanyak lima kali ia terpaksa melarikan diri untuk menyelamatkan diri dari kepungan musuhnya. Athanasius dikenal sebagai seorang uskup yang banyak menulis. Dengan tulisan-tulisannya ia berusaha menerapkan dan membela ajaran iman yang benar. Ia meninggal dunia pada tanggal 2 Mei 373.


DOA PENUTUP

Allah yang kekal dan kuasa, Engkau mendorong uskup santo Atanasius untuk membela keAllahan PuteraMu. Semoga kami dihibur oleh ajaran dan lindungannya dan semakin mengenal dan mencintai Engkau. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

 

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar