Minggu, 31 Mei 2026

Ibadat Bacaan: Minggu 31 Mei 2026

Minggu, 31 Mei 2026

Pekan Biasa IX - O PEKAN I

Hari Raya Tritunggal Mahakudus (P)

 

IBADAT BACAAN

 

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hamba-Mu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus,

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya

 

MADAH

O Tritunggal Mahasuci

Yang luhur menguasai

Bumi langit seluruhnya

Dan semua penghuninya.

 

Bapa sumber karunia

Putra Penebus dunia

Roh Kudus ikatan cinta

Terbit dari keduanya.

 

Semoga kami semua

Yang Kauangkat jadi putra

Hidup berbakti selalu

Memenuhi harapan-Mu.

 

Perkenankanlah umat-Mu

Berbahagia selalu

Bernyanyi dengan gembira

Bersama seisi surga. Amin.

 

PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1    Dimuliakanlah Engkau, ya Allah Tritunggal Kudus, dari semula, sekarang dan selama-lamanya.

 

Mazmur 8    Keagungan Tuhan dan martabat manusia

Allah membuat segala sesuatu tunduk dan takluk kepada Kristus. Ia memberikan Kristus kepada Gereja sebagai kepala atas segala-galanya (Efesus 1:22).

 

Tuhan, Allah kami,*

betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!

 

Keagungan-Mu luhur mengatasi langit,†

mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagi-Mu,*

untuk membungkam musuh dan lawan-Mu.

 

Jika kupandang langit-Mu, karya jari-Mu,*

bulan dan bintang yang Kauciptakan:

 

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia sehingga Kaupelihara?

 

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*

Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

 

Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu,*

segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

 

Domba, sapi, dan ternak semuanya,*

hewan di padang dan margasatwa;

 

burung di udara dan ikan dilaut,*

semuanya yang melintasi arus lautan.

 

Tuhan, Allah kami,*

betapa mulia nama-Mu di seluruh bumi!

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 1    Dimuliakanlah Engkau, ya Allah Tritunggal Kudus, dari semula, sekarang dan selama-lamanya.

 

Ant. 2    Terpujilah Tritunggal Kudus, Allah satu yang tak terbagikan. Marilah kita meluhurkan Dia, sebab Ia berbelas kasih kepada kita.

 

Mazmur 32    Tuhan mengatur segalanya

Segala sesuatu diciptakan Allah dengan perantaraan Sabda-Nya (Yohanes 1:3)

                  I

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*

patutlah orang saleh memuji-muji.

 

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*

bermazmurlah bagi-Nya dengan iringan gambus.

 

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*

padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

 

Sebab firman Tuhan selalu benar,*

segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan setia.

 

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*

bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

 

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*

dan segala bintang oleh nafas mulut-Nya.

 

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkan-Nya,*

dan samudera raya dalam bejana.

 

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*

semua penduduk gemetar terhadap-Nya.

 

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*

Dia memerintahkan, maka semua ada.

 

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*

Ia meniadakan maksud segala kaum.

 

Rencana Tuhan tetap selamanya,*

rencana Tuhan turun-temurun.

 

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 2    Terpujilah Tritunggal Kudus, Allah satu yang tak terbagikan. Marilah kita meluhurkan Dia, sebab Ia berbelas kasih kepada kita.

 

Ant. 3    Dipuji dan dihormatilah Bapa, Putera, dan Roh Kudus sepanjang segala masa.

                  II

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*

umat yang terpilih menjadi milik-Nya.

 

Dari surga Allah mengamati,*

memandang umat manusia.

 

Dari kediaman-Nya Ia menilik,*

semua penduduk bumi.

 

Hati setiap orang dibentuk-Nya,*

segala tingkah laku diselami-Nya.

 

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*

orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

 

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*

betapapun kuat dan tangkasnya.

 

Sebab Tuhan menjaga hamba-Nya yang takwa,*

yang berharap akan kasih setia-Nya.

 

Untuk melepaskan mereka dari maut,*

dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

 

Maka kita berharap akan Tuhan,*

Dialah penolong dan perisai kita.

 

Demi Dialah hati kita bergembira,*

pada nama-Nya yang kudus kita percaya.

 

Tunjukkanlah kiranya kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

sebab pada-Mulah kami berharap.

 

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, 

seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

 

Ant. 3    Dipuji dan dihormatilah Bapa, Putera, dan Roh Kudus sepanjang segala masa.

 

BACAAN

Dikutip dari http://www.imankatolik.or.id

Efesus 1:1-14

 

Ef 1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.

 

Ef 1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

 

Ef 1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.

 

Ef 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

 

Ef 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

 

Ef 1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

 

Ef 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

 

Ef 1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.

 

Ef 1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus

 

Ef 1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

 

Ef 1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan-kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya

 

Ef 1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

 

Ef 1:13 Di dalam Dia kamu juga - karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu - di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

 

Ef 1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

 

BACAAN LAIN

Sumber Katolisitas.org

 

Roh Kebenaran memimpin kamu kepada Kebenaran

Pada hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Tritunggal dari bahasa Latin Trinitas. Allah yang kita imani itu Esa atau satu tetapi dalam tiga pribadi yang berbeda yakni Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Pribadi-pribadi Ilahi yang kita sapa sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus selalu kita sebut ketika membuat tanda salib sebagai tanda kemenangan kita.

Ziarah hidup kita selalu menuju kepada Bapa, mengikuti jejak Yesus Putra-Nya dan jiwai oleh Roh-Nya yang kudus. Ketika merayakan Ekaristi, kita juga menyapa Allah Tritunggal Mahakudus melalui tanda salib dan doa kemuliaan serta Aku Percaya.

Ada seorang muda yang datang kepadaku dan mengatakan bahwa Ia belum mengerti ajaran Tritunggal Mahakudus. Baginya, ajaran Tritunggal Mahakudus itu sulit sehingga dia belum mengerti. Saya bertanya kepadanya apakah dia percaya dan ia mengatakan percaya kepada Allah Tritunggal Mahakudus, tetapi dia sendiri belum mengerti.  Saya teringat pada perkataan St. Anselmus: “credo ut intelligam” artinya aku percaya supaya aku mengerti.  Banyak kali kita menuntut untuk untuk mengerti lebih dahulu baru percaya. Ternyata Tuhan menghendaki supaya kita mengimani dan percaya supaya dapat mengerti rahasia Allah. Tuhan Allah Tritunggal masuk dalam misteri iman kita.

 

Allah Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Allah disebut Bapa karena Ia adalah pencipta, dan peduli dengan penuh kasih kepada ciptaan-Nya. Yesus Sang Putra telah mengajarkan kepada kita untuk memanggil Bapa-Nya sebagai Bapa kita dan menyebutnya juga sebagai “Bapa kita”. Sebelum umat katolik menyebut Yang Ilahi sebagai Bapa, ungkapan  Allah sebagai Bapa sudah ada dalam Kitab Perjanjian Lama (Ul 32:6; Mal 2:10). Tuhan juga dirasakan seperti seorang ibu (Yes 66:13). Yesus sendiri berkata:“Barangsiapa telah melihat Aku,ia telah melihat Bapa" (Yoh 14:9).

 

Roh Kudus adalah pribadi Tritunggal Mahakudus dan memiliki keilahian yang sama dengan Bapa dan Putra. Ketika kita menemukan kenyataan bahwa Allah ada di dalam kita, Roh Kudus ada dan menguatkan kita. Allah mengutus Roh Putra-Nya ke dalam hati kita (Gal 4:6). Roh Kudus yang diterima bukan Roh perbudakan yang membuat kita takut melainkan Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah (Rom 8:15). Yesus dari Nazareth adalah Putra, Sang Pribadi Ilahi yang kedua. Pertanyaan yang tetap laku sepanjang masa adalah bagaimana kita dapat memahami Tritunggal Mahakudus?

 

Alkisah pada suatu kesempatan St. Agustinus sedang berjalan di pinggir pantai. Ia berjumpa dengan seorang anak kecil yang sedang bermain-main. Anak itu menggali sebuah lubang kecil seperti sumur di atas pasir. Lalu ia berulang kali mengambil air laut dengan gelas kecil itu dan memasukannya ke dalam lubang itu. Setiap saat lubang itu diisi langsung menjadi kering karena dasarnya adalah pasir. Agustinus bertanya kepadanya: untuk apa ia melakukan  semuanya itu. Ia menjawab hendak memindahkan seluruh air laut ke dalam lubang kecil tersebut. Agustinus mengatakan kepadanya bahwa usahanya itu hanya sia-sia saja. Tidaklah mungkin memindahkan seluruh air laut ke dalam lubang tersebut.

 

Anak itu kemudian bertanya kepada Agustinus apa yang sedang dipikirkannya. Agustinus menjawab bahwa ia sedang memikirkan misteri Tritunggal Mahakudus. Anak itu tertawa terbahak-bahak sambil mengatakan bahwa otakmu itu kecil seperti lubang buatan saya ini sedangkan Tritunggal Mahakudus jauh lebih luas dari samudra raya. Agustinus menjadi sadar bahwa ternyata akal budi itu tidak mampu memahami seluruh rahasia Tuhan. Ia kemudian berkesimpulan: “Di mana ada cinta kasih, di situ ada Allah Tritunggal: pencinta, yang dicinta, dan sumber cinta kasih".

 

Penginjil Yohanes hari ini menjelaskan tentang persekutuan Tritunggal Mahakudus. Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus menjanjikan Roh Kudus sebagai penghibur. Roh Kudus itu berasal dari Bapa dan dicurahkan dalam nama Yesus Putra. Yesus sendiri menekankan persekutuan-Nya dengan Bapa: “Aku dan Bapa adalah satu saja” maka apa yang Bapa punya, Aku punya. Tugas Roh Penghibur adalah membimbing kepada seluruh Kebenaran (Yesus sendiri). Roh Kudus juga akan mengatakan kepada kita tentang segala sesuatu yang sudah diajarkan Yesus dan juga tentang hal-hal yang akan datang.

 

Penyertaan Roh Kudus di dalam Gereja amat dirasakan oleh Paulus dalam pewartaannya. Kepada jemaat di Roma, Paulus menegaskan bahwa kita dibenarkan karena iman. Kita hidup dalam damai sejahtera karena Yesus Kristus. Karena iman kepada Kristus, kita juga menjadi anak-anak Allah. Kita akan hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Kristus dalam kasih yang dicurahkan oleh Roh Kudus. Lihatlah pemahaman Paulus tentang Tritunggal, kelihatan sederhana tetapi nyata dalam hidup.

 

Kita dapat berdamai dengan Allah karena Yesus dalam kasih yang tercurah oleh Roh Kudus. Tuhan sendiri adalah kebijaksanaan sebagaimana dilukiskan di dalam bacaan pertama dari Kitab Amsal. Bagi Amsal, sebelum bumi diciptakan  sudah ada Kebijaksanaan.

 

MADAH ALLAH TUHAN KAMI

Allah Tuhan kami,*

Engkau kami puji dan kami muliakan.

 

Bapa yang kekal,*

seluruh bumi bersembah sujud padaMu.

 

Bagi-Mu semua malaikat bermadah,*

seluruh isi surga bernyanyi.

 

Bagi-Mu kerubim dan serafim*

tak kunjung putus melambungkan pujian.

 

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan,*

Allah segala kuasa.

 

Surga dan bumi*

penuh kemuliaan-Mu.

 

Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur,*

rombongan para nabi berbakti.

 

Kepada-Mu barisan para martir berkurban*

dengan mempertaruhkan nyawa.

 

Kepada-Mu Gereja kudus beriman,*

tersebar di seluruh dunia.

 

Ya Bapa yang Mahakuasa,*

pencipta semesta alam.

 

Putera sejati yang terpuji,*

Putera Bapa yang tunggal.

 

Roh Kudus, cahaya mulia,*

penghibur umat beriman.

 

Engkaulah Raja Agung, ya Kristus,*

Engkaulah Putera Allah yang hidup.

 

Engkau sudi dikandung Santa Perawan,*

menjadi manusia demi keselamatan kami.

 

Engkau mematahkan belenggu maut,*

membuka pintu kerajaan surga bagi kami.

 

Engkau bertakhta mulia di sisi Bapa,*

mengadili umat manusia.

 

Kami mohon, lindungilah hamba-hamba-Mu,*

yang Kautebus dengan darah-Mu sendiri.

 

Sambutlah kami bersama para kudus*

dalam kemuliaan abadi. 

 

Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,*

dan berkatilah milik pusaka-Mu.

 

Bimbinglah kami semua*

dan muliakanlah untuk selamanya.

 

Setiap hari kami meluhurkan Dikau,*

kami memuji nama-Mu sepanjang masa.

 

Ya Tuhan, sudilah menjaga kami,*

agar senantiasa luput dari dosa.

 

Kasihanilah kami, ya Tuhan,*

kasihanilah kami.

 

Limpahkanlah kasih setia-Mu kepada kami,*

sebab kami berharap kepada-Mu.

 

Kepada-Mu kami percaya, ya Tuhan.*

kami takkan kecewa selama-lamanya.

 

DOA PENUTUP

Allah Bapa, dengan mengutus Sabda kebenaran dan Roh pengudus ke dunia Engkau telah menyatakan kepada kami misteri hidup-Mu yang Mahaagung. Semoga kami menghayati iman yang benar, mengakui tiga pribadi ilahi yang mulia dan menyembah satu Allah yang kuasa.

Demi Yesus Kristus, Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

 

P: Marilah memuji Tuhan

U: Syukur kepada Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar